Sabtu, 11 Juni 2016

PESANTREN GLOBAL TARBIYYATUL ARIFIN

LAPORAN KUNJUNGAN KOMUNITAS
PESANTREN GLOBAL TARBIYYATUL ARIFIN

O
L
E
H

1.      MUHAMMAD ADAM HARIS ANWAR        321510006
2.      GABRIEL GEOVAN OCNOTA                       321510012
3.      RAMBU BEATRIX H.E KAPITA                   321510008



PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS MA CHUNG

Malang-Juni 2016





BAB I
PENDAHULUAN

Kunjungan diadakan dengan menentukan tanggal kesepakatan dengan pihak pondok yang dilakukan oleh perwakilan mahasiswa terlebih dahulu. Selain menentukan tanggal tiap kelompok juga harus menyiapkan pertanyaan-pertanyaan yang nantinya akan ditanyakan kepada pemateri di pondok.
Kunjungan ke Pondok Pesantren Global Tarbiyyatul Arifin dilakukan oleh perwakilan dari setiap kelompok yang berjumlah 2 orang atau lebih. Acara dilakukan dengan cara diskusi dan tanya jawab antara perwakilan setiap kelompok dengan pemateri serta mekukan pengenalan tentang Pondok Pesantren Global Tarbiyyatul Arifin, apa saja yang di lakukan murid-murid disana dan hal-hal apa saja yangdipelajari di Pondok Pesantren Global Tarbiyyatul Arifin.

BAB II
PROFIL KOMUNITAS

Kali ini kelas gabungan agama Program Studi Sistem Informasi dan Teknik Informatika melakukan kunjungan ke Pondok pesantren global Tarbiyyatul Arifin.
Arti dari pondok pesantren global sendiri merupakan sebuah pondok pesantren yang didirikan untuk mengatasi dampak-dampak negatif dari globalisasi.
Dari segi pembangunan, Pondok Pesantren Tarbiyyatul Arifin Global didirikan pada tahun 2008 dengan bantuan dari mahasiswa-mahasiswa Universitas Brawijaya Malang dan Universitas Islam Malang. Tetapi Pondok Pesantren ini baru resmi berdiri tahun 2010. Dengan fasilitas outdoor dan indoor yang lengkap juga bisa membawa siswa dan guru menjadi nyaman dalam proses belajar mengajar secara akademik maupun non akademik. Dalam pondok pesantren ini juga siswa tidak hanya diberikan materi dalam akademik maupun siswa di berikan materi non akademik seperti belajar komputer, memasak, pengembangan diri, dll yang bisa membawa para murid dalam pondok pesantren tidak jenuh dan bisa menyalurkan bakat mereka yang masih terpendam.
Visi dari pondok pesantren ini adalah Membentuk Generasi muslim melalui pendidikan yang kreatif Inovatif,berkualitas,yang menghasilkan out put yang arif,sholih berakhlak al-karim,kreatif,mandiri,cinta tanah air,dan berwawasan nasional di era global.
Sedangkan untuk misi dari pndok pesantren tersebut adalah mewujudkan pendidikan islam yang unggul,kreatif, inovatif,motivatif,serta menciptakan lingkungan belajar sambil bermain yang komprehansif membudayakan suasana belajar yang aktif, efektif, problem solving, kontekstual, role laying yang menyenangkan. Menghasilkan lulusan yang menguasai IPTEK, kristis, kreatif dan mampu menjawab tantangan kehidupan karena memiliki bekal ilmu pengetahuan dan ketrampilan untuk dijadikan bekal menempuh jenjang pendidikan selanjutnya,sehingga kelak mereka akan berperan aktif di masyarakt sebagai pemimpin umat dan bangsa.  
Selain menjadi pondok, tempat ini juga dijadikan sekolah bagi anak-anak muslim yang berada didaerah tersebut mulai dari TK hingga SD, tidak hanya anak-anak muslim saja karena terdapat beberapa siswa non-muslim yang ikut belajar disana. Tujuan dari diadakannya sekolah merupakan salah satu tujuan dari pondok tersebut yaitu mengatasi dampak negative dari globalisasi dengan cara memberikan ilmu kepada generasi muda dikalangan tersebut dengan tidak memandang agama.
Cita-cita dari Pondok Pesantren ini adalah untuk menghadapi era globalisasi. Sekarang ini, gadget selalu menjadi barang yang pertama dicari oleh manusia. Bahkan gadget sudah menggantikan posisi orang tua. Guna pesantren ini adalah untuk menghadapi perkembangan dampak-dampak negative dari globalisasi seperti contoh diatas.



BAB III
KEGIATAN SETAHUN TERAKHIR

Untuk kegiatan setahun terakhir yang kami dapatkan dalam mata kuliah umum agama ini adalah intinya mengajarkan hal yang baik,semua agama pasti mengajarkan tentang kasih sayang kepada umat manusia bahkan kasih sayang antar umat beragama mulai dari pembelajaran dari agama islam, kristen, hindhu, katolik, budha, kong hu chu, dari pemuka-pemuka agama tersebut mengajarkan kita untuk saling mengasihi kepada umat manusia karena kita ini semua adalah ciptaan Tuhan Yang Maha Esa.
Kuliah dilaksanakan dalam berbagai topik pembahasan dalam kelas besar, dengan topik yang berbeda-beda seperti pemeliharaan Sumberdaya alam dan lingkungan,justice and peace, keadilan gender, keseimbangan alam,dll untuk kelas kecil kami melakukan presentasi dengan membahas materi yang diberikan pada kelas besar sebelumnya.
Untuk Kunjungan ke komunitas kebetulan dari kelompok kami yang terdiri dari prodi Sistem informasi dan Teknik Informatika melakukan kunjungan ke Pondok Pesantren Global Tarbiyyatul Arifin yang berada di mendit, kunjungan kami dikatakan lancar ,banyak hal yang kami dapat saat kami kunjungan ke pondok pesantren tersebut. Kami bertemu dengan pemuka disana maupun dengan pengerja-pengerja disana,kami berdiskusi dan bertanya jawab mengenai tentang profil pondok pesantren tersebut, kegiatan-kegiatan yang ada,fasilitas-fasiltas yang ada dan pengerja-pengerja dan pengajar pengajar disana dengan berbagai topik dan bahasan yang ada.




BAB IV
PERSPEKTIF KESALEHAN SOSIAL PADA KOMUNITAS

            Seperti yang sudah dijelaskan di Pondok Pesantren Global ini terdapat sekolah yang dimulai dari TK hingga SD mengapa demikian, dikarenakan tujuan Pondok Pesantren Global ini adalah menghadapi dampak negative dari globalisasi dengan cara pemberian ilmu kepada generasi penerus bangsa.
            Berbagai sistem pengajaran dilakukan oleh Pondok Pesantren untuk memberikan ilmu kepada anak TK dan juga SD, seperti mengadakan simulasi/praktek dampak dari minuman keras dengan cara menggunakan telur yang disiram dengan minuman keras dengan demikian anak-anak dapat mengetahui dampak secara langsung dari minuman keras.
            Hal-hal seperti inilah yang diajarkan pondok, karena dengan menanamkan ilmu sedini mungkin pada anak-anak maka generasi penerus diharapkan akan menjadi lebih baik dan dapat menghindarkan generasi muda pada dampak negative dari globalisasi.
            Selain pengajaran secara nalar anak-anak juga diajarkan adab dan tingkah laku yang baik, seperti mengajarkan anak-anak bagaimana etika pada saat kita makan. Ini juga merupakan metode yang diharapkan generasi mendatang tidak hanya pintar di akal namun juga bagus akhlaknya. Karena dengan perbuatan kecil akan berpengaruh pada perbuatan besar kelak yang berpengaruh pada jiwa siswa khususnya pada siswa-siswa di pondok pesantren tersebut.






BAB V
KESIMPULAN

            Dari kunjungan yang dilakukan ke Pondok Pesantren Global Tarbiyyatul Arifin kemarin kami belajar bahwa dampak globalisasi sekarang sudah marak dijumpai. Dan upaya yang dilakukan untuk mengatasi dampak dari globalisasi tersebut akan lebih baik dimulai dari generasi muda dengan cara memberikan ilmu secara langsung. Karena dengan demikian anak-anak akan lebih tau dampak dari hal-hal negative tersebut dan akan tertanam di dalam diri mereka masing-masing.
            Selain pembekalan secara nalar pembekalan secara rohani juga diperlukan karena dengan pembekalan rohani, moral dari generasi muda akan terbentuk dan terbangun karena dampak globalisasi akhir-akhir ini, banyak terjadi kasus rusaknya moral di kalangan muda yang terjebak di dalam efek negatif dari globalisasi seperti kasus pemerkosaan, tawuran, narkoba dan lain-lain.








LAMPIRAN-LAMPIRAN






                               

Tidak ada komentar:

Posting Komentar