LAPORAN KUNJUNGAN
KOMUNITAS
PESANTREN GLOBAL
TARBIYYATUL ARIFIN
O
L
E
H
1.
MUHAMMAD ADAM HARIS ANWAR 321510006
2.
GABRIEL GEOVAN OCNOTA 321510012
3.
RAMBU BEATRIX H.E KAPITA 321510008
PROGRAM
STUDI SISTEM INFORMASI
FAKULTAS
SAINS
DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS
MA CHUNG
Malang-Juni
2016
BAB I
PENDAHULUAN
Kunjungan
diadakan dengan menentukan tanggal kesepakatan dengan pihak pondok yang
dilakukan oleh perwakilan mahasiswa terlebih dahulu. Selain menentukan tanggal
tiap kelompok juga harus menyiapkan pertanyaan-pertanyaan yang nantinya akan
ditanyakan kepada pemateri di pondok.
Kunjungan
ke Pondok Pesantren Global Tarbiyyatul Arifin dilakukan oleh perwakilan dari
setiap kelompok yang berjumlah 2 orang atau lebih. Acara dilakukan dengan cara
diskusi dan tanya jawab antara perwakilan setiap kelompok dengan pemateri serta
mekukan pengenalan tentang Pondok
Pesantren Global Tarbiyyatul Arifin,
apa saja yang di lakukan murid-murid disana dan hal-hal apa saja yangdipelajari
di Pondok
Pesantren Global Tarbiyyatul Arifin.
BAB II
PROFIL KOMUNITAS
Kali
ini kelas gabungan agama Program Studi Sistem Informasi dan Teknik Informatika
melakukan kunjungan ke Pondok pesantren global Tarbiyyatul Arifin.
Arti dari pondok pesantren global sendiri merupakan sebuah pondok pesantren yang didirikan untuk mengatasi dampak-dampak negatif dari globalisasi.
Arti dari pondok pesantren global sendiri merupakan sebuah pondok pesantren yang didirikan untuk mengatasi dampak-dampak negatif dari globalisasi.
Dari
segi pembangunan, Pondok Pesantren Tarbiyyatul Arifin Global didirikan pada
tahun 2008 dengan bantuan dari mahasiswa-mahasiswa Universitas Brawijaya Malang
dan Universitas Islam Malang. Tetapi Pondok Pesantren ini baru resmi berdiri tahun
2010. Dengan fasilitas outdoor dan indoor yang lengkap juga bisa membawa siswa
dan guru menjadi nyaman dalam proses belajar mengajar secara akademik maupun
non akademik. Dalam pondok pesantren ini juga siswa tidak hanya diberikan
materi dalam akademik maupun siswa di berikan materi non akademik seperti
belajar komputer, memasak, pengembangan diri, dll yang bisa membawa para murid
dalam pondok pesantren tidak jenuh dan bisa menyalurkan bakat mereka yang masih
terpendam.
Visi
dari pondok pesantren ini adalah Membentuk Generasi muslim melalui pendidikan
yang kreatif Inovatif,berkualitas,yang menghasilkan out put yang arif,sholih
berakhlak al-karim,kreatif,mandiri,cinta tanah air,dan berwawasan nasional di
era global.
Sedangkan
untuk misi dari pndok pesantren tersebut adalah mewujudkan pendidikan islam
yang unggul,kreatif, inovatif,motivatif,serta menciptakan lingkungan belajar
sambil bermain yang komprehansif membudayakan suasana belajar yang aktif, efektif, problem
solving, kontekstual, role laying yang menyenangkan.
Menghasilkan lulusan yang menguasai IPTEK, kristis, kreatif dan mampu menjawab tantangan
kehidupan karena memiliki bekal ilmu pengetahuan dan ketrampilan untuk
dijadikan bekal menempuh jenjang pendidikan selanjutnya,sehingga kelak mereka
akan berperan aktif di masyarakt sebagai pemimpin umat dan bangsa.
Selain
menjadi pondok, tempat ini juga dijadikan sekolah bagi anak-anak muslim yang
berada didaerah tersebut mulai dari TK hingga SD, tidak hanya anak-anak muslim
saja karena terdapat beberapa siswa non-muslim yang ikut belajar disana. Tujuan
dari diadakannya sekolah merupakan salah satu tujuan dari pondok tersebut yaitu
mengatasi dampak negative dari globalisasi dengan cara memberikan ilmu kepada
generasi muda dikalangan tersebut dengan tidak memandang agama.
Cita-cita
dari Pondok Pesantren ini adalah untuk menghadapi era globalisasi. Sekarang
ini, gadget selalu menjadi barang yang pertama dicari oleh manusia. Bahkan
gadget sudah menggantikan posisi orang tua. Guna pesantren ini adalah untuk
menghadapi perkembangan dampak-dampak negative dari globalisasi seperti contoh
diatas.
BAB
III
KEGIATAN
SETAHUN TERAKHIR
Untuk
kegiatan setahun terakhir yang kami dapatkan dalam mata kuliah umum agama ini
adalah intinya mengajarkan hal yang baik,semua agama pasti mengajarkan tentang
kasih sayang kepada umat manusia bahkan kasih sayang antar umat beragama mulai
dari pembelajaran dari agama islam, kristen, hindhu, katolik, budha, kong hu chu, dari pemuka-pemuka agama tersebut
mengajarkan kita untuk saling mengasihi kepada umat manusia karena kita ini
semua adalah ciptaan Tuhan Yang Maha Esa.
Kuliah
dilaksanakan dalam berbagai topik pembahasan dalam kelas besar, dengan topik
yang berbeda-beda seperti pemeliharaan Sumberdaya alam dan lingkungan,justice
and peace, keadilan gender, keseimbangan alam,dll untuk kelas kecil kami
melakukan presentasi dengan membahas materi yang diberikan pada kelas besar
sebelumnya.
Untuk
Kunjungan ke komunitas kebetulan dari kelompok kami yang terdiri dari prodi
Sistem informasi dan Teknik Informatika melakukan kunjungan ke Pondok Pesantren
Global Tarbiyyatul Arifin yang berada di mendit, kunjungan kami dikatakan
lancar ,banyak hal yang kami dapat saat kami kunjungan ke pondok pesantren
tersebut. Kami bertemu dengan pemuka disana maupun dengan pengerja-pengerja
disana,kami berdiskusi dan bertanya jawab mengenai tentang profil pondok
pesantren tersebut, kegiatan-kegiatan yang ada,fasilitas-fasiltas yang ada dan
pengerja-pengerja dan pengajar pengajar disana dengan berbagai topik dan
bahasan yang ada.
BAB IV
PERSPEKTIF KESALEHAN SOSIAL PADA
KOMUNITAS
Seperti
yang sudah dijelaskan di Pondok Pesantren Global ini terdapat sekolah yang
dimulai dari TK hingga SD mengapa demikian, dikarenakan tujuan Pondok Pesantren
Global ini adalah menghadapi dampak negative dari globalisasi dengan cara
pemberian ilmu kepada generasi penerus bangsa.
Berbagai sistem pengajaran dilakukan
oleh Pondok Pesantren untuk memberikan ilmu kepada anak TK dan juga SD, seperti
mengadakan simulasi/praktek dampak dari minuman keras dengan cara menggunakan
telur yang disiram dengan minuman keras dengan demikian anak-anak dapat
mengetahui dampak secara langsung dari minuman keras.
Hal-hal seperti inilah yang
diajarkan pondok, karena dengan menanamkan ilmu sedini mungkin pada anak-anak
maka generasi penerus diharapkan akan menjadi lebih baik dan dapat
menghindarkan generasi muda pada dampak negative dari globalisasi.
Selain pengajaran secara nalar
anak-anak juga diajarkan adab dan tingkah laku yang baik, seperti mengajarkan
anak-anak bagaimana etika pada saat kita makan. Ini juga merupakan metode yang
diharapkan generasi mendatang tidak hanya pintar di akal namun juga bagus
akhlaknya. Karena dengan perbuatan kecil akan berpengaruh pada perbuatan besar
kelak yang berpengaruh pada jiwa siswa khususnya pada siswa-siswa di pondok
pesantren tersebut.
BAB V
KESIMPULAN
Dari kunjungan yang dilakukan ke
Pondok Pesantren Global Tarbiyyatul Arifin kemarin kami belajar bahwa dampak
globalisasi sekarang sudah marak dijumpai. Dan upaya yang dilakukan untuk
mengatasi dampak dari globalisasi tersebut akan lebih baik dimulai dari
generasi muda dengan cara memberikan ilmu secara langsung. Karena dengan
demikian anak-anak akan lebih tau dampak dari hal-hal negative tersebut dan
akan tertanam di dalam diri mereka masing-masing.
Selain pembekalan secara nalar pembekalan
secara rohani juga diperlukan karena dengan pembekalan rohani, moral dari
generasi muda akan terbentuk dan terbangun karena dampak globalisasi
akhir-akhir ini, banyak terjadi kasus rusaknya moral di kalangan muda yang
terjebak di dalam efek negatif dari globalisasi seperti kasus pemerkosaan,
tawuran, narkoba dan lain-lain.
LAMPIRAN-LAMPIRAN





